Ria Miranda Wakili Indonesia Dalam Ajang IFF Di Korsel

Mbtiforum.com – Desainer yang sudah tidak asing lagi namanya, Ria Miranda akan segera menunjukkan bakatnya yang tidak hanya di kancah nasional saja namun di kancah Internasional juga. Ria Miranda merupakan salah satu desainer yang ikut bergabung dalam program Indonesia Fashion Forward (IFF).

Ria terpilih sebagai desainer satu-satunya dari Indonesia yang mewakili Indonesia memamerkan karyanya di ajang bergengsi tahunan Fashion Kode 2017, Korea Selatan. Kesempatan kali ini merupakan ajang pertama yang diperoleh Ria mengikuti perhelatan mode di luar negeri. Ria mengaku agak sedkiti grogi namun dirinya tetao akan bersemangat.

Rencananya ia akan menghadirkan sesuatu yang berbeda dari koleksi sebelumnya dalam rangka memperkenalkan rancangannya ke pasar internasional. Ria telah menyiapkan rangkaian koleksi dengan nuansa yang tak hanya pastel tapi juga terselip warna gelap. Palet mustard dan hijau lumut menjadi sesuatu yang segar dalam rancangan terbaru untuk labelnya riamiranda Signature itu. Terdapat 15 koleksi dengan gaya maskulin hingga feminin yang nanti disuguhkannya.

Ria mengatakan berani tampil beda karena memang ingin terus menginovasi karyanya. “Di 2017 ini aku menginginkan sesuatu yang baru, nggak ada payet, tapi tetap nggak menghilangkan Ria Miranda, jadi tetap ada yang feminin,” ujar Ria di Lewis & Caroll Restaurant, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (22/3/2017).

Dalam rangka memberikan hal yang baru, Ria juga tidak hanya bermain dengan nuansa coffee tone tapi juga pilihan corak. Jika ia biasanya menuangkan corak tradisional dengan inspirasi songket atau tenun, kali ini Ria menampilkan batik. Ya, Ria menuangkan motif batik Kawung dalam koleksi tersebut.

Brand ambassador Wardah itu menuturkan kalau ia sengaja memilih batik agar khas Indonesia. Tak hanya pamer karya, ia juga ingin memperkenalkan budaya Indonesia lewat batik. Motif tersebut pun dikombinasikan dengan corak bunga Achillea Millefolium agar lebih modern.

“Melalui koleksi ini aku ingin eksplor lebih dan memperkenalkan motif batik Kawung sebagai salah satu kekayaan yang dimiliki Indonesia. Jadi tampilannya modern tapi tetap ada muatan kekayaan budaya lokal. Ini menandakan kita bangga jadi desainer Indonesia,” tambah wanita yang pernah mendapatkan dua nominasi Influencer Asia 2017 itu.

Sementara untuk busananya, Ria menuturkan kalau ia terinspirasi dari gaya busana setelah terjadinya Perang Dunia ke-2. Potongan busana klasik tentu akan mewarnai karya yang nanti akan ditampilkan pada 30 Maret 2017, di Prugio Valley, Seoul, Korea Selatan. Siluet era ’70-an pun mendominasi rancangannya.

Tidak hanya itu, Ria juga akan memadukan style Korea dan Indonesia. Permainan busana tumpuk hingga gaya jilbabnya sengaja dibuat eksentrik agar sesuai fashion di Korsel yang epik. Permainan cutting yang asimetris memberikan tampilan menarik di koleksi tersebut. Belum lagi item seperti celana cutbray, coat, serta berbagai outerwear yang cocok dipakai selama musim dingin.

Ria menggunakan bahan-bahan seperti suede, double face satin, hingga katun. Kini ia mengatakan koleksinya sudah rampung setelah melakukan persiapan selama enam bulan. Ia berharap karyanya bisa diterima di pasar mode Korea Selatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *